0 Donasi
Sejak 2018, saya menjadi sahabat YAPPIKA-ActionAid untuk mendukung akses pendidikan yang lebih adil dan merata bagi anak-anak Indonesia.
Melalui keterlibatan ini—dan juga dari berbagai pemberitaan yang sering kita lihat—saya semakin menyadari bahwa semangat anak-anak untuk bersekolah sangat besar.
Namun sayangnya, kesempatan belajar yang mereka dapatkan masih jauh dari layak.
Di 8 sekolah dasar dampingan YAPPIKA-ActionAid di Kabupaten Bima, terdapat 888 anak yang bersekolah (470 laki-laki dan 418 perempuan).
Mereka belajar di ruang kelas dengan kondisi yang jauh dari ideal—lantai retak, atap bocor, dan plafon berjamur. Saat panas, kelas terasa menyengat. Saat hujan, air masuk dan mengganggu proses belajar.
Namun tantangannya bukan hanya soal fasilitas.
Hasil assessment menunjukkan bahwa:
Hanya 2 dari 10 anak kelas 3–5 yang mampu membaca dengan lancar
Di salah satu sekolah, lebih dari 90% siswa belum bisa membaca
Artinya, banyak anak mengikuti pelajaran setiap hari tanpa benar-benar memahami apa yang mereka pelajari, karena kemampuan dasar membaca dan menulis belum terbentuk.
Padahal membaca dan menulis adalah fondasi belajar.
Tanpa kemampuan ini, anak-anak akan terus tertinggal.
Di kota-kota besar, anak-anak sudah lancar membaca sejak dini.
Sementara di daerah seperti Bima, anak-anak masih berjuang mengenal huruf.
Di sinilah literasi menjadi soal hak dan keadilan.

(L - untuk literasi)
Pendekatan belajar yang tepat dan dukungan yang konsisten terbukti membawa perubahan.
Di SDN Sowa, pendampingan belajar bersama YAPPIKA-ActionAid berhasil menurunkan angka anak yang belum bisa membaca menjadi 11,63%.
Anak-anak menjadi lebih percaya diri
Guru-guru lebih siap mendampingi proses belajar
Melihat perubahan seperti ini membuat saya semakin yakin bahwa dukungan kecil dari banyak orang dapat membawa dampak yang nyata.
Setiap Rp155.000 yang terkumpul dapat membantu menyediakan dukungan belajar bagi satu anak, yang meliputi:
Buku tulis
Buku gambar
Alat tulis lengkap dan pensil gambar
Serta pendampingan belajar yang membantu anak-anak mengejar ketertinggalan membaca dan menulis
Sederhana, tetapi krusial.
Bagi sebagian anak, memiliki alat belajar dasar seperti ini bukan sesuatu yang mudah mereka miliki.
Bagi kita, ini mungkin hanya satu donasi.
Namun bagi mereka, ini bisa berarti:
Alat belajar pertama yang benar-benar mereka miliki
Keberanian untuk tetap datang ke sekolah tanpa rasa minder
Keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya mematikan harapan untuk terus belajar dan menatap masa depan
Saya percaya perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Semoga kebaikan yang kita lakukan hari ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.