0 Donasi
Di bulan Mei ini, tepatnya 10 Mei, saya bertambah usia.
Di fase hidup ini, semakin saya menyadari satu hal sederhana: ulang tahun bukan lagi tentang apa yang kita terima—melainkan tentang apa yang bisa kita berikan.
Maka di momen ini, izinkan saya berbagi sebuah cerita. Cerita yang mungkin terasa jauh dari keseharian kita. Tapi justru karena itu, perlu kita dengar.
Di 8 sekolah dasar dampingan YAPPIKA-ActionAid, ada 888 anak yang bersekolah—470 laki-laki, 418 perempuan.
Mereka belajar di ruang kelas dengan lantai retak, atap bocor, dan plafon berjamur. Saat cuaca panas, ruang kelas terasa menyengat. Saat hujan turun, air masuk hingga membasahi bangku belajar.
Namun tantangan terbesar mereka bukan hanya soal fasilitas sekolah.
Hasil assessment menunjukkan:
Artinya, banyak anak mengikuti pelajaran setiap hari tanpa benar-benar memahami apa yang mereka pelajari.
Padahal membaca dan menulis adalah fondasi utama dari semua proses belajar.
Tanpa kemampuan ini, mereka akan terus tertinggal. Bukan karena mereka malas atau tidak mampu, tetapi karena belum mendapatkan kesempatan belajar yang sama.
Di kota-kota besar, banyak anak sudah lancar membaca sejak usia dini. Sementara itu, di daerah seperti Bima, masih banyak anak yang sedang berjuang mengenal huruf.
Literasi bukan sekadar kemampuan membaca. Ini tentang kesempatan. Tentang masa depan. Tentang hak setiap anak untuk belajar dengan layak.

(L - untuk literasi)
Kabar baiknya, perubahan bisa terjadi.
Di SDN Sowa, program pendampingan belajar bersama YAPPIKA-ActionAid berhasil menurunkan angka anak yang belum bisa membaca hingga menjadi 11,63%.
Anak-anak yang tadinya malu mengangkat tangan, kini berani menjawab. Guru-guru yang tadinya kewalahan, kini lebih siap mendampingi.
Harapan itu nyata—dan bisa diperluas jika lebih banyak orang ikut mengambil bagian.
Di momen special saya, saya ingin mengajak teman-teman dan keluarga untuk bersama-sama memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak Bima.
Setiap Rp155.000 yang terlumpul dapat membantu menyediakan dukungan belajar bagi satu anak, meliputi:
• Buku tulis dan buku gambar
• Alat tulis lengkap dan pensil warna
• Pendampingan belajar untuk membantu mereka mengejar ketertinggalan membaca dan menulis
Sederhana? Ya. Tapi krusial.
Bagi sebagian anak, memiliki alat belajar dasar seperti ini adalah kemewahan yang tidak pernah mereka bayangkan.
Bagi kita, ini mungkin hanya satu donasi.
Namun bagi mereka, ini bisa menjadi:
• Alat belajar pertama yang benar-benar mereka miliki sendiri
• Keberanian untuk datang ke sekolah tanpa rasa minder
• Keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus mematikan harapan
Saya percaya perubahan besar sering dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.
Semoga kebaikan yang kita lakukan hari ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk belajar, membaca, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Salam hangat,
Ibu Amanda Dara Amadea
Sahabat YAPPIKA-ActionAid sejak 25 Oktober 2017