Yappika Action Aid Donation Page

Pilih atau masukkan nominal donasi yang Anda inginkan

Jumlah nominal harus anda pilih

Donasi Online Aman dan Terpercaya

Pilih atau masukkan nominal donasi yang Anda inginkan

Jumlah nominal harus anda pilih

Donasi Online Aman dan Terpercaya

Rp. 6,189,668

Rp.

Target Donasi

12

Donasi

12 Donasi

Dukung Gok Janto Berbagi Kebaikan di Hari Ulang Tahunnya untuk Anak-anak di Bima

Di bulan Desember ini, tepatnya 24 Desember, saya bertambah usia. Di fase hidup ini, saya semakin menyadari bahwa sebuah ulang tahun bukan lagi tentang apa yang kita terima, melainkan tentang nilai apa yang bisa kita bagikan.

Karena itu, di momen ini, saya ingin mengajak teman-teman dan keluarga membaca sebuah cerita—cerita yang mungkin terasa cukup jauh dari keseharian kita.

Di Antara Huruf yang Hilang: Cerita dari Bima

Di sebuah desa kecil di Kabupaten Bima, pagi dimulai dengan langkah-langkah kecil anak-anak menuju sekolah. Mereka berjalan menyusuri jalan tanah, membawa harapan di dalam tas mereka—meski kadang tanpa buku, tanpa alat tulis, dan tanpa kepastian bahwa hari itu mereka akan benar-benar belajar.

Di ruang kelas yang dindingnya mulai retak dan atapnya bocor, mereka duduk rapi. Namun di balik kerapian itu, ada kenyataan yang sering tak terlihat: banyak dari mereka belum bisa membaca, menulis, atau menghitung. Huruf-huruf belum menjadi jendela dunia bagi mereka.

Gambaran ini bukan hanya berasal dari satu sekolah. Di delapan SD Negeri di Kabupaten Bima yang dikunjungi, hasil assessment oleh YAPPIKA-ActionAid menunjukkan bahwa hanya sekitar 20% siswa kelas 3–5 yang mampu membaca dengan lancar. Artinya, 4 dari 5 anak masih tertinggal. Di SD Bala, kondisinya jauh lebih berat—94,55% siswanya belum bisa membaca.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah alarm keras bagi masa depan pendidikan anak-anak, dan pengingat bahwa ketimpangan literasi begitu nyata.

Ketimpangan yang Nyata

Jika kita melihat lebih jauh, kondisi ini sejalan dengan gambaran nasional. Skor PISA 2022 menempatkan Indonesia di peringkat 69 dari 81 negara, dengan skor membaca 347 poin, menurun dibandingkan tahun 2018. Indeks Aktivasi Literasi Membaca (Alibaca) 2023 juga menunjukkan bahwa mayoritas provinsi di Indonesia masih berada pada tingkat aktivitas literasi yang rendah.

Di beberapa kota besar, banyak anak sudah bisa membaca dengan baik sejak dini. Namun di wilayah lain, termasuk Bima, anak-anak masih berjuang mengenal huruf. Ketimpangan inilah yang membuat saya merasa kita tidak bisa tinggal diam.

Literasi bukan hanya soal pelajaran sekolah. Ia adalah soal keadilan, hak pendidikan, dan masa depan.

Harapan Itu Ada

Di tengah berbagai keterbatasan—minimnya buku bacaan, guru yang belum mendapatkan pelatihan yang memadai, serta fasilitas sekolah yang kurang layak—harapan tetap menyala.

Pendekatan belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak di salah satu sekolah di Bima, terbukti mampu menurunkan jumlah siswa yang belum bisa membaca secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa perubahan bukan hanya mungkin, tetapi benar-benar bisa terjadi ketika ada perhatian dan dukungan.

Mengapa Saya Mengajak Teman-teman dan keluarga?

Di ulang tahun saya kali ini, saya ingin memaknainya dengan cara yang berbeda—dengan melihat lebih dekat realitas yang sedang dihadapi banyak anak di negeri ini.

Saya mengajak teman-teman dan keluarga yang berkenan untuk ikut mendukung upaya peningkatan literasi dan perbaikan lingkungan belajar bagi anak-anak di Bima, melalui YAPPIKA-ActionAid. Sebuah organisasi nirlaba yang saya dukung sejak 2024.


Satu Kebaikan, Dampak Panjang

Bagi kita, mungkin ini hanya satu donasi.

Namun bagi mereka, ini bisa menjadi:

  • buku pertama yang benar-benar mereka pahami,
  • guru yang lebih siap mendampingi,
  • ruang kelas yang lebih aman,
  • dan keyakinan bahwa ada orang-orang yang peduli pada masa depan mereka.

 

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca dan menjadi bagian dari cerita ini.

 

Salam hangat,

Gok Janto

Sahabat YAPPIKA-ActionAid sejak 8 Maret 2024


Publish : Rabu, 17 Desember 2025
Baca selengkapnya Baca lebih ringkas

Donasi (12)

Anonim

Berdonasi sebesar Rp 1,589,668

20 December 2025

Ronald

Berdonasi sebesar Rp 1,000,000

20 December 2025

Tommi ksp

Berdonasi sebesar Rp 250,000

19 December 2025

Vincent

Berdonasi sebesar Rp 500,000

19 December 2025

Sunarto

Berdonasi sebesar Rp 250,000

19 December 2025

Sulaiman

Berdonasi sebesar Rp 500,000

19 December 2025

Herman

Berdonasi sebesar Rp 100,000

19 December 2025

Dewi h

Berdonasi sebesar Rp 500,000

19 December 2025

Gok janto

Berdonasi sebesar Rp 500,000

19 December 2025

Anonim

Berdonasi sebesar Rp 500,000

19 December 2025