0 Donasi
Ramadan selalu menjadi waktu untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: apa makna berbagi yang ingin kita tinggalkan tahun ini?
Di banyak tempat di Indonesia, masih ada anak-anak yang berangkat sekolah dengan mimpi besar di dalam tas mereka. Ada yang ingin menjadi polisi, ada yang bercita-cita menjadi guru. Semangat mereka tak pernah kurang—yang sering kali kurang adalah ruang belajar yang mendukung.
Sejak Maret 2022, saya bergabung sebagai sahabat YAPPIKA-ActionAid untuk mendukung pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Ramadan ini, saya ingin berbagi lebih dari sekadar cerita—saya ingin berbagi harapan.
Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menghadirkan kesempatan belajar yang lebih layak bagi anak-anak Indonesia, dimulai dari Kabupaten Bima.
Ketika Mimpi Bertemu Keterbatasan
Salah satunya bisa kita lihat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Di SDN TEH dan SD Inpres Sangiang Pulau, anak-anak belajar di kelas dengan lantai retak, atap bocor, dan plafon berjamur. Saat panas, kelas terasa menyengat. Saat hujan, air masuk dan membuat belajar tak lagi nyaman.
Data YAPPIKA-ActionAid mencatat:

Tantangan Literasi yang Tak Bisa Ditunda
Tantangannya bukan hanya soal bangunan. Tantangan literasi juga masih membayangi. Hasil assessment YAPPIKA-ActionAid menunjukkan bahwa hanya 2 dari 10 anak kelas 3–5 yang mampu membaca dengan lancar.
Padahal, membaca adalah pintu pertama untuk memahami pelajaran dan membuka masa depan.
Harapan Itu Nyata
Harapan selalu ada, selama ada kepedulian. Pendekatan belajar yang tepat dan dukungan yang cukup terbukti mampu membantu anak-anak mengejar ketertinggalan mereka.
Di SDN Sowa, pendampingan belajar bersama YAPPIKA-ActionAid berhasil menurunkan angka anak yang belum bisa membaca menjadi 11,63%.
Perubahan nyata terjadi saat banyak hati baik bergerak bersama.
Di Sini Peran Kita Dimulai
Melalui dukunganmu, YAPPIKA-ActionAid membantu memperbaiki fasilitas sekolah, memperkuat literasi anak, dan mendukung kegiatan belajar agar lebih layak dan kondusif.
Bagi kita, ini mungkin hanya satu kebaikan.
Bagi mereka, ini adalah kesempatan untuk menjaga mimpi tetap hidup.
Mari jadikan Ramadan ini lebih bermakna.
TUNAIKAN KEBAIKANMU HARI INI DAN HADIRKAN KESEMPATAN BELAJAR BAGI SATU ANAK.